Minggu, 13 Oktober 2013

Sepucuk untukmu

Edit Posted by with No comments
Telah lama aku menantikanmu dalam senja
Berbalut luka yang mengisi raga
Aku menoreh kisah, dalam penantian akan dirimu yang tak kunjung usai
Meski aku tahu, kau telah melupakan aku


Adakah yang lebih menyakitkan daripada mencintai namun tak bisa berekspresi?
Bahkan kehilangan barang kesayanganpun masih bisa lebih mudah

Ketika waktu mulai menggariskan batasnya untukku
Sudah sepatutnya kau tahu,
Aku hancur melebur dalam debu
Namun tak sedikitpun situasi ini mampu menggoyahkanmu
Hingga sayap-sayapku benar-benar musnah, tak sedikitpun bayangmu menyambutku

Aku yang terus luka tanpa henti
Berusaha tetap berdiri
Menanti dalam harap pilu senandung jiwaku
Aku, merindukanmu.

0 komentar:

Posting Komentar