Minggu, 15 September 2013

Sekelumit Kisah dari Langit Malam

Edit Posted by with No comments
Bahkan langit kelam telah kehilangan fajar paginya, fajar pagi yang hilang meninggalkan awan kelabu dan merampas pelanginya.
Memang, banyak bintang yang mencoba menerangi dalam gelapnya, namun langit malam itu terlanjur larut dalam kesedihan. Hingga  ia tak tahu bagaimana cara mengisi kekosongan.

Yang diinginkan langit itu hanya satu, ia ingin menemani fajar pagi yang kesepian. Mencoba menciptakan warna baru dalam hidup, sekedar menggabungkan malam dengan cahaya, ia hanya ingin mengusir sepi.
Sudah beribu kali doanya terucap, meminta kepada Tuhan.
Namun hanya bunga tidur yang ia dapat, rupa dari lukis-lukis semu perampas semangatnya.

Banyak nada yang pernah ia coba hadirkan lewat sang bayu, begitupun waktu, ia telah mencoba menghapus rindu, namun hanya gagal yang dapat ia petik.

Semua mimpi yang pernah ia ukir dalam gelap, sekarang tinggallah bayangan di belakang malam.
Inginnya menggugah, tapi ia cukup sakit untuk mencoba bangkit.
Ia takut terjatuh kembali.

Kini, malam hanya berkawankan sepi, meski ia mencoba menitipkan rindu lewat desir sang bayu, namun alamat pilunya takkan pernah menerima salam tulusnya...

Sabtu, 14 September 2013

Menunggu

Edit Posted by with No comments
Aku tahu, mungkin tali semu yang dulu pernah terlukis itu, telah putus dimakan waktu
Namun haruskah kau menghindari malam yang kelam ini?
Haruskah engkau menghilang tanpa jejak?

Mungkin aku tak pantas kau pandang,
Mungkin aku tak pantas kau jadikan teman
Tapi aku akan slalu disini, menunggu kau datang kembali...

Sabtu, 07 September 2013

I hope

Edit Posted by with No comments
Biarkan aku untuk sekedar menyentuh sepimu
Menemani malam-malam itu,
dan menghadirkan pelangi baru di hidupmu
Hanya biarkan aku, kembali memasuki celah rindumu
Untuk sekedar berbagi, serta mencari
Apa itu arti mimpi...

Kamis, 05 September 2013

Harapan

Edit Posted by with No comments
Mengapa harapan itu datang jika akhirnya aku tetap harus mengalami kekecewaan?
Mengapa penantian itu tak pernah hilang bahkan ketika aku mencoba terlelap?
Mungkin kelam malam tak selamanya sendu, namun kesepianku tanpamu, itulah akhir dari bahagiaku
Meski beribu kali aku mencoba bangkit, maka beribu kali pula aku merasakan kegagalan yang sama
Aku dan kamu mungkin takkan lagi menjadi kita, namun tidak bolehkah aku untuk sekedar mencoba?
Menggantungkan harapan pada keajaiban, yang mungkin akan membuatku terjatuh dan mati perlahan.

Rabu, 04 September 2013

Cahaya

Edit Posted by with No comments
Bolehkah aku sekedar mengingat namamu
Mengukirnya agar abadi di hatiku
Tepat di samping memori-memori gelapku
Just once,
For the last time
Please, let me...


~ C A H A Y A ~

Selasa, 03 September 2013

My Poem 2

Edit Posted by with No comments
Sesungguhnya rinduku ini bukan hanya ucapan, kasih
Ukir-ukir cinta yang kusemikan, bukan pula sebuah kebohongan
Jika kau pikir rasa suka ini hanya sebatas cinta monyet,
Kau salah
Kau sungguh salah
Aku memang gadis kecil yang baru tahu apa itu dunia
Namun aku bukan anak kemarin sore yang baru tahu apa itu arti cinta

Aku menjaga hatiku sekian lama
Hingga akhirnya ia berlabuh pada satu nama
Nama yang benar-benar merubah dunianya
Namun ternyata peraduan malam itu tak lagi ada
Ia pergi mencari cahaya-cahaya yang lainnya
Meninggalkan pergi hati rapuh ini
Sendiri, dalam kelamnya yang menyelimuti

Seutas rinduku

Edit Posted by with No comments
Lembar-lembar kisah cintaku telah sampai pada batas bernama pilu
Mencapai akhir tanpa aku bisa mencerna skenario Tuhan
Nafas ini terlalu sesak untuk kutarik
Membias perlahan kepada senja pengiring malam
Pemusnah bintang-bintang dan harapan

Aku pernah berharap pada selaras nada yang pernah membuatku bahagia
Selaksa makna yang kian memudar artinya
Menguap rindu dalam kuak-kuak pilu
Sekedar memanggil waktu,
Mengibakan kisah pada sejarah
Karna setitik rasa itu, pernah menjadi warna hidupku

My poem

Edit Posted by with No comments
Biarkan aku menangis
Biarkan aku merintih
Jangan coba kau hentikan jika kau bukan dia
Biarkan rasaku luntur dengan sendirinya
Dengan caraku, entah bagaimanapun hasilnya
Aku memang masih berharap pada keajaiban malam
Bahwa kau kan datang, bawakanku setuang kebahagiaan
Namun bintang tajam yang menusuk,
Mulai membangunkanku dari keremangan harapan
Memaksaku bangkit
Karna dia, bukan satu-satunya lelaki yang tercipta