Bahkan langit kelam telah kehilangan fajar paginya, fajar pagi yang hilang meninggalkan awan kelabu dan merampas pelanginya.
Memang, banyak bintang yang mencoba menerangi dalam gelapnya, namun langit malam itu terlanjur larut dalam kesedihan. Hingga ia tak tahu bagaimana cara mengisi kekosongan.
Yang diinginkan langit itu hanya satu, ia ingin menemani fajar pagi yang kesepian. Mencoba menciptakan warna baru dalam hidup, sekedar menggabungkan malam dengan cahaya, ia hanya ingin mengusir sepi.
Sudah beribu kali doanya terucap, meminta kepada Tuhan.
Namun hanya bunga tidur yang ia dapat, rupa dari lukis-lukis semu perampas semangatnya.
Banyak nada yang pernah ia coba hadirkan lewat sang bayu, begitupun waktu, ia telah mencoba menghapus rindu, namun hanya gagal yang dapat ia petik.
Semua mimpi yang pernah ia ukir dalam gelap, sekarang tinggallah bayangan di belakang malam.
Inginnya menggugah, tapi ia cukup sakit untuk mencoba bangkit.
Ia takut terjatuh kembali.
Kini, malam hanya berkawankan sepi, meski ia mencoba menitipkan rindu lewat desir sang bayu, namun alamat pilunya takkan pernah menerima salam tulusnya...
Memang, banyak bintang yang mencoba menerangi dalam gelapnya, namun langit malam itu terlanjur larut dalam kesedihan. Hingga ia tak tahu bagaimana cara mengisi kekosongan.
Yang diinginkan langit itu hanya satu, ia ingin menemani fajar pagi yang kesepian. Mencoba menciptakan warna baru dalam hidup, sekedar menggabungkan malam dengan cahaya, ia hanya ingin mengusir sepi.
Sudah beribu kali doanya terucap, meminta kepada Tuhan.
Namun hanya bunga tidur yang ia dapat, rupa dari lukis-lukis semu perampas semangatnya.
Banyak nada yang pernah ia coba hadirkan lewat sang bayu, begitupun waktu, ia telah mencoba menghapus rindu, namun hanya gagal yang dapat ia petik.
Semua mimpi yang pernah ia ukir dalam gelap, sekarang tinggallah bayangan di belakang malam.
Inginnya menggugah, tapi ia cukup sakit untuk mencoba bangkit.
Ia takut terjatuh kembali.
Kini, malam hanya berkawankan sepi, meski ia mencoba menitipkan rindu lewat desir sang bayu, namun alamat pilunya takkan pernah menerima salam tulusnya...




